Paid Review Indonesia Paid Review Indonesia Paid Review Indonesia
Featured Post Today
print this page
Latest Post
Paid Review Indonesia free web site traffic and promotion
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Pelajar Pembunuh Alawy Masih Buron

Jakarta: Pihak kepolisian baru menetapkan satu tersangka dalam insiden tawuran pelajar di Jalan Bulungan Raya, Jakarta Selatan, 24 September lalu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, pihaknya masih terus memburu tersangka FR alias Doyok pelaku utama pembacokan Alawy Yustianto Putra (15) siswa kelas dua belas SMAN 6. "Untuk tersangka lain belum ada karena dari olah tempat kejadian perkara (TKP) ada 10 sampai 20 orang yang tawuran, ini masih kami data. Namun, siapa berbuat apa akan kita mulai dari FR nanti kalau tertangkap kami akan telusuri kembali siapa yang ikut terlibat peristiwa tersebut," jelas Rikwanto di Jakarta, Rabu (26/9). Rikwanto menambahkan, pihaknya berharap agar FR dapat segera menyerahkan diri. Mengingat dia sudah ditetapkan sebagai tersangka utama pembacokan. Polisi menduga pihak keluarga berperan dalam melindungi FR dari kejaran polisi. Menurut Rikwanto, meski hal itu adalah wajar dilakukan pihak keluarga namun FR tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum. "Kalau pihak keluarga punya hak yang sama, rasa sayang, rasa ingin melindungi. Itu diatur undang-undang haknya mereka, kita tidak bisa paksakan juga," jelasnya. (ARI)
0 komentar

Tradisi Mekotek, Perang Kayu Untuk Menolak Bala


Berbagai ritual dilakukan warga, agar terhindar dari bencana, dan kekeringan yang melanda. Di Desa Munggu, Kabupaten Badung Bali, ribuan warga menggelar tradisi mekotek, atau perang kayu, yang di lakukan di seluruh penjuru desa, untuk mengusir segala unsur negatif.
Ritual diawali dengan arak-arakan warga Desa Munggu, sambil membawa senjata berupa kayu pulen. Kayu pulen adalah kayu kapuk berbentuk bulat, dengan panjang mencapai empat meter. Selain itu juga aneka benda sakral milik pura desa ikut mengiringi, lengkap dengan gamelannya, berjalan mengitari seluruh areal desa.
Dalam tradisi mekotek, masing-masing warga menyatukan kayu yang dibawa, membentuk gunungan kayu. Kemudian digesek-gesekkan, sehingga menimbulkan suara.
Yang menarik jadi tontonan adalah saat ada warga yang naik ke gunungan kayu hingga ke puncak, dan berteriak-teriak, sebagai simbol mengusir segala unsur negatif dari desa.
Hal ini dilakukan terus menerus di sepanjang jalan, di seluruh penjuru desa. Mekotek atau perang kayu yang berlangsung akhir pekan kemarin ini bertujuan menjauhkan warga desa dari segala bencana. Ritual mekotek rutin digelar setiap tujuh bulan sekali, atau setiap 210 hari sekali, sebagai prosesi sakral usai hari raya Galungan.
0 komentar

Jabar Tambah Emas, Lampung Percah Telur


Home » Olah Raga » Jabar Tambah Emas, Lampung Pecah Telur
Jabar Tambah Emas, Lampung Pecah Telur

Diposkan oleh jajat sudrajat
PEKANBARU – Sri Wahyuni asal Jawa Barat (Jabar) dan Lisa Setiawati asal Kalimantan Timur (Kaltim), sempat bersaing ketat di cabang angkat besi meski akhirnya dimenangkan Sri di kelas 48 kg. Sementara kontingen Lampung mendulang emas pertamanya atas nama Citra Febrianti di kelas 53 kg.

Sedari awal, Kaltim memang menargetkan banyak emas di cabang ini. Maupun Sri dan Lisa, sudah bersaing ketat sejak angkatan snatch. Sri sempat kalah di angkatan snatch dan hanya berhasil mengangkat berat rata-rata 70 Kg sementara Lisa 75 Kg.

Tapi Sri unggul jauh di angkatan clean and jerk. Dari tiga kali percobaan, Sri mampu mengangkat berat rata-rata 99 kg, sedangkan Lisa hanya mampu mengumpulkan angkatan rata-rata 93 kg. Total angkatan keduanya hanya berbeda satu angka, Sri mendapat angkatan 169 kg, dan Lisa hanya satu Kg di bawah Sri dan harus puas dengan perak. Sementara perunggu diraih lifter Jawa Tengah, Siti Napisah (rata-rata total 155 Kg)

Final cabang angkat besi yang digelar di sebuah hotel di Pekanbaru ini, dilanjutkan dengan kelas 53 Kg putri. Lifter Lampung, Citra Febriyanti, menjadi atlet pertama yang mampu mempersembahkan emas pertama Lampung di PON XVIII ini. Citra mampu mengangkat total rata-rata 196 Kg.

Jauh di bawah Citra, Dewi Safitri hanya mampu mengangkat total 168 kg. Lifter Jabar itu tak sekalipun unggul dari Citra, baik di angkatan snatch maupun clean and jerk. Adapun tempat ketiga alias peraih perunggu, jatuh ke tangan Tanti Pratiwi (total rata-rata 161 kg) asal Jateng. Cabang ini pun akan dilanjutkan dengan nomor putra di kelas 69 kg dan 77 kg usai waktu jeda.
0 komentar

80 Warga China Tewas Akibat Gempa

Halaman Pertama Google

Gempa yang melanda China pada Jumat (7/9/2012), terus mengakibatkan bertambahnya korban. Gempa yang mengguncang dua kali itu, menyebabkan korban tewas bertambah menjadi 80 jiwa.

Rangkaian gempa susulan yang melanda wilayah barat daya, terus membuat warga ketakutan dan memutuskan untuk mengungsi dari rumah mereka. Gempa pertama berkekuatan 5,6 skala richter (SR) melanda pada pukul 11:30 siang waktu setempat, selang beberapa lama kemudian, gempa berkekuatan sama pun kembali melanda yang diikuti dengan puluhan gempa susulan.

Wilayah paling parah yang terimbas gempa berada di wilayah Yiliang. Sebagian besar korban tewas berada di wilayah Provinsi Yunnan tersebut, dimana sekria 730 warga dilaporkan menderita luka-luka.

Populasi Yiliang yang padat dan lingkungan perumahan dan bangunan yang rapuh diduga menjadi penyebab utama banyaknya korban tewas. Sebagian besar rumah warga berada di sisi bukit, yang kemudian longsor akibat guncangan gempa.

"Ini amat mengerikan, adik saya tewas karena batu yang jatuh (dari bukit). Gempa susulan terus melanda dan kami sangat ketakutan," ujar seorang warga Peng Zhuwen, seperti dikutip Xinhua, Sabtu (8/9/2012).

Pemerintah menyatakan, sekira 6.650 rumah dikabarkan hancur akibat gempa tersebut. Sementara 100 ribu warga terpaksa diungsikan ke tempat yang aman, mengingat kondisi setelah gempa dikatakan tidak aman. Pemerintah melaporkan, sekira 700 ribu warga turut terpengaruh gempa ini.

Regu penyelamat bergegas untuk memberikan bantuan kepada warga yang terkena imbas gempa. Juru bicara Palang Merah Asia Timur Francis Markus mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan 2.000 selimut, 2.000 jaket dan 500 tenda ke wilayah yang terkena gempa. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga yang mengalami kesusahan.

0 komentar

Ikan Paus Seberat 2 Ton Terdampar


Warga Kecamatan Sadu dihebohkan dengan ditemukannya ikan yang diduga jenis paus, di Pantai Timur Jambi, tepatnya di Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Diperkirakan ikan besar ini memiliki panjang hingga 13 meter dengan bobot kurang lebih dua ton. Namun, sampai sekarang belum ada tindakan dari pemerintah setempat untuk melakukan evakuasi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Ahmad Riyadi Pane, menjelaskan bahwa ikan dengan panjang sekitar 13 meter itu ditemukan warga setempat pada Kamis 6 September 2012, malam.

"Warga sempat menyiram ikan ini dengan air garam dengan harapan tetap hidup. Dari laporan Kades juga menyebutkan ikan itu jenis paus," ujarnya, Sabtu 8 September 2012.

Hanya saja, kata dia, ikan itu akhirnya diketahui mati pada Jumat 7 September 2012 sore. Dia menjelaskan, DKP Tanjabtim tengah berkoordinasi dengan DKP Provinsi Jambi untuk tindaklanjut penanganan ikan tersebut. "Selama ini belum pernah sekalipun ada temuan ikan besar terdampar di pantai timur Tanjabtim," ungkapnya.

Kasi Wilayah III Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Provinsi Jambi, Nurasman, tengah menurunkan tim guna mengecek langsung kondisi ikan tersebut. "Kami sekarang posisinya dalam perjalanan menuju lokasi. Informasi jelasnya kami belum tahu pasti jenis ikan apa itu," ujarnya.

Menurut dia, posisi Desa Sungai Jambat cukup jauh dan hanya bisa ditempuh melalui jalur laut. Lokasi ikan yang terdampar juga dikelilingi oleh lumpur dan hutan mangrove. "Kami perkirakan tim baru sampai besok pada Minggu 9 Sepember 2012 pagi," katanya.

Dihubungi terpisah, salah seorang warga Desa Sungai Jambat, Agus, menuturkan ikan itu pertama kali dilihat oleh sopir speedboat Sungai Benuh. "Ketika pertama kali dilihat, ikan paus masih dalam keadaan hidup, tapi keberadaan ikan paus diacuhkan sopir speedboat," kata dia.

Ketika kemudian diteliti oleh beberapa warga, ikan tersebut sudah dalam kondisi tak bernyawa lagi. Kondisi badan ikan terlihat masih utuh. Warga memperkirakan ikan itu mati karena masuk ke dalam lekukan laut. Sehingga ikan malang itu tidak dapat keluar dari lekukan dan akhirnya mati.

"Sekarang kami biarkan saja, mau didorong bangkainya ke tengah laut juga tidak mungkin. Kecuali air laut pasang besar, baru bisa bangkai ikan paus dipindahkan," jelasnya.

Kades Sungai Jambat, Edi Leonardo MS, mengatakan bangkai ikan tersebut saat ini menjadi tontotan ratusan warga di daerah itu. "Kondisinya sudah jadi bangkai sekarang dan jadi tontotan ratusan warga dari beberapa desa disini," katanya.
1 komentar
Review http://review-myblogsites.blogspot.com/ on alexa.com Review http://review-myblogsites.blogspot.com/ on alexa.com
 
Support : Creating Website | elang template | elang Template
Copyright © 2011. elang sites - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by elang Template
Proudly powered by Blogger